Sabtu, 28 April 2012

Amplang

Amplang adalah sejenis krupuk yang terbuat dari campuran tepung tapioka, bumbu rempah, dan ikan pipih atau ikan tenggiri khas perairan Sungai Mahakam atau Sungai Karang Mumus. Ikan pipih atau ikan tenggiri inilah yang menjadikan amplang begitu gurih dan kriuk-kriuk ketika digigit. Sebenarnya, tidak ada keharusan menggunakan kedua jenis ikan tersebut sebagai bahan dasarnya. Ikan jenis lain pun bisa digunakan, seperti ikan haruan (ikan gabus), tetapi rasanya akan sangat berbeda.





Perpaduan antara bahan utama dan bumbu rempah yang khas menjadikan camilan ini terasa gurih, lezat, dan renyah saat dimakan. Makanan ringan ini sangat cocok untuk dijadikan camilan saat bersantai maupun pada saat Anda bepergian.




Amplang merupakan usaha industri rumahan yang sudah berkembang sejak tahun 1970-an. Usaha produksi Amplang ini kemudian diwarisi secara turun-temurun oleh keluarga pengusaha Amplang sehingga mampu bertahan dari gempuran krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya dan kerja keras para pengusaha Amplang di Kota Samarinda dalam meningkatkan kualitas produknya sehingga camilan ini tetap diminati para pelanggan.


Upaya tersebut di antaranya memberikan cita rasa yang berbeda terhadap produk Ampalang seperti rasa ikan tenggiri, ikan pipih, ikan biji nangka, bahkan rasa ikan gabus. Selain itu, para pengusaha selalu mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.

Amplang yang terkenal di Samarinda adalah amplang jenis kuku macan. Dinamakan kuku macan karena bentuknya yang memang mirip dengan kukunya macan. Ukuran dari amplang ini adalah seujung jari kelingking yang meruncing sehingga memungkinkan untuk menyantapnya dengan sekali suap.


Selain rasanya yang gurih dan lezat, Amplang kerap dijadikan buah tangan karena mudah dibawa dan tahan lama. Tidak hanya para pemudik dan wisatawan, calon jamaah haji pun kerap menjadikan Amplang sebagai makanan pendamping dalam perjalanan menuju Mekah.

Saat ini, para pengusaha Amplang di Kalimantan Timur tidak hanya memproduksi Ampalang rasa ikan, tetapi juga rasa rumput laut untuk memberi rasa yang berbeda. Meskipun demikian, Amplang Macan tetap menjadi pilihan utama dan paling banyak dicari oleh pemudik maupun wisatawan untuk dijadikan buah tangan. Kelebihan dari Amplang yang satu ini terletak dari bumbunya yang spesial. Seperti halnya Amplang jenis lain, Amplang Macan tidak memakai bahan pengawet sehingga aman untuk dikonsumsi.

Hingga kini, Amplang sebagai makanan khas Kalimantan Timur tidak hanya dikenal di Pulau Kalimantan, tetapi juga sampai ke Pulau Jawa dan Sulawesi. Daerah Kalimantan memang menjadi salah satu tujuan perantauan bagi masyarakat Indonesia, terutama dari kedua pulau tersebut. Maka, tak jarang para perantau mengirim Amplang dengan cara dipaketkan untuk sanak keluarga mereka yang tinggal di kampung halaman. Amplangh dipilih karena bobotnya lebih ringan sehingga mudah dan murah untuk dipaketkan.

Jadi, tunggu apalagi. Buruan membeli camilan ringan ini, karena tidak akan lengkap berkunjung ke Kota Samarinda jika tidak membawa oleh-oleh berupa amplang. Buktikan sendiri. (^_^)



Related Post



0 komentar:

Poskan Komentar