Rabu, 16 November 2011

Pengangguran


Hingga saat ini, masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara tuntas. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjung selesai. Permasalahan lain, berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dari para penganggur itu sendiri, misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus.
 
Bukan rahasia lagi, banyak mereka yang bekerja pada posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau menengah. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch, yaitu angkatan kerja yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya.


Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan, persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru, yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan, kemudian meramaikan pasar kerja. 


Dalam kondisi penganggur lama, yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani, maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.

 
Pengangguran atau tuna karya sendiri adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. 


Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.



Beberapa hal yang dapat  menyebabkan pengangguran antara lain :
a. Penduduk yang relatif banyak
b. Pendidikan dan keterampilan yang rendah
c. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja
d. Teknologi yang semakin modern
e. Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan-penghematan.
f. Penerapan rasionalisasi
g. Adanya lapangan kerja yang dengan dipengaruhi musim
h. Ketidakstabilan perekonomian, politik dan keamanan suatu Negara
i. Ketimpangan antara penawaran tenaga kerja dan kebutuhan
j. Kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat


 
Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mendapat pekerjaan :

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran :
  1. 1.      Malas
  2. 2.      Lapangan kerja yang terbatas
  3. 3.      Cacat fisik
  4. 4.      Faktor usia
  5. 5.      Kurangnya informasi
  6. 6.      Rendahnya tingkat pendidikan
  7. 7.      Kurangnya kemampuan atau keterampilan seseorang
  8. 8.      Adanya pengurangan karyawan (PHK) karena alasan tertentu




Jenis & macam pengangguran

Secara garis besar, kategori atau jenis pengangguran dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu :
·       
           Pengangguran Terbuka
Yaitu orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Orang ini saat sedang mencari pekerjaan mengalami pemutusan hubungan kerja maupun menganggur secara permanen karena berbagai sebab.

·         Pengangguran Terselubung (Setengah Pengangguran)
Yaitu orang yang saat ini sudah bekerja namun jumlah jam kerjanya kurang dari standar yang berlaku atau kurang dari 35 jam perminggu. Atau pekerjaan yang biasanya bisa dikerjakan hanya dengan 5 orang malah dikerjakan oleh 10 orang. Akibatnya akan ada pegawai yang menganggur.


Sedangkan dilihat dari factor penyebabnya, jenis jenis pengangguran masih bisa diperinci lagi, yaitu meliputi :

·         Pengangguran Struktural
Yaitu pengangguran yang terjadi akibat ketidakmampuan pencari kerja memenuhi persyaratan formal yang diterapkan penerima kerja, seperti tingkat pendidikan atau keterampilan yang rendah ataupun kurangnya kemampuan khusus untuk bidang pekerjaan tertentu.

·         Pengangguran Friksional
Yaitu jenis pengangguran yang terjadi akibat adanya friksi atau ketidaksesuaian antara pencari kerja atau orang yang bekerja dengan penerima kerja. Friksi bisa berupa perbedaan visi, kendala waktu, maupun hambatan medan dan kondisi geografis sehingga pencari kerja mundur dan  menjadi pengangguran secara sukarela.

·         Pengangguran Musiman
Yaitu pengangguran yang terjadi atau muncul pada musim atau saat saat tertentu saja, seperti usai masa panen ke saat musim tanam yang memerlukan waktu. Pengangguran jenis ini tidak mendapatkan penghasilan selama masa menunggu.

·         Pengangguran Siklus
Pengangguran ini terjadi akibat adanya perubahan siklus ekonomi global yang menyebabkan sempitnya lowongan atau lapangan kerja yang tersedia.



Dampak Negatif Pengangguran :

Ø  Akibat pengangguran yang paling utama adalah meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia. Orang yang menganggur artinya tidak punya pekerjaan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Bila orang seperti ini bertambah, maka tingkat kemiskinan pun akan bertambah juga.

Ø  Dapat meningkatkan tindak kriminalitas. Ketika orang mengganggur, otomatis ia akan menjadi miskin karena tidak mempunyai penghasilan. Hal ini bisa mendorong seseorang untuk mendapatkan kebutuhan hidup.

Ø  Menyebabkan menurunnya tingkat pendidikan para pelajar. Ketika para orang tua tidak memiliki pekerjaan, otomatis mereka tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang yang cukup tinggi. Hal ini bisa menyebabkan anak anak tersebut memiliki peluang menjadi pengangguran yang cukup besar baik saat itu juga ataupun dimasa depan karena rendahnya tingkat pendidikan mereka.

Ø  Pengangguran bisa menyebabkan orang selalu bergantung pada orang lain atau menyebabkan seseorang menjadi tidak mandiri. Bila seseorang sama sekali tidak bekerja, satu satunya jalan untuk terus hidup adalah dengan mengandalkan bantuan orang lain.

Ø  Orang yang terlalu lama menganggur bisa mengalami gangguan kejiwaan. Seseorang yang menganggur umumnya tidak akan memiliki kebanggaan dan status sosial dimasyarakat. Bisa saja dia dikucilkan oleh masyarakat. Hal ini bisa membuat jiwanya terganggu. Ia menjadi stress dan depresi, bahkan bukan tidak mungkin ia bisa menjadi gila.



     Dampak Sosial
Dampak pengangguran di Indonesia memicu berbagai macam jenis kejahatan sosial yang terjadi dimasyarakat. Berbagai bentuk kejahatan sosial tersebut diantaranya adalah perampokan,pencopetan,korupsi dan berbagai tindakan kemaksiatan lainnya. 


Bayangkan jika seorang pemuda yang ingin menikah namun tak kunjung menemukan pekerjaan, maka yang mungkin ia lakukan adalah melakuan berbagai tindakan asusila.

Juga sebagai seorang kepala keluarga pengangguran yang harus menghidupi anak dan istri, maka terpaksa menjadi copet dan mencuri karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan.


Demikian juga dengan korupsi, sebagian orang bisa jadi melakukan korupsi akibat merasa penghasilannya tidak cukup dalam menafkahi keluarganya guna memenuhi kebutuhan sehari hari. Walaupun ada juga orang melakukan korupsi karena serakah dan bagi sebagian orang sudah menjadi tradisi. 

Related Post



0 komentar:

Poskan Komentar